New York City dihuni oleh orang-orang dari seluruh dunia. Meskipun jalanannya mungkin kotor, ada yang bilang tempat ini terlalu bising, harga-harga mahal, orang-orang bergerak terlalu cepat, namun perpaduan budaya dan karakter itulah yang membuat kota ini unik. 

Seringkali, makanan yang populer adalah makanan klasik dari daerah asal seseorang. Meskipun bukan berasal dari daerah di mana Anda atau saya tumbuh besar, makanan-makanan ini adalah makanan penuh kenangan bagi seseorang, dan dari situlah muncul perasaan cinta dan berbagi. Seringkali makanan-makanan ini kemudian berubah menjadi makanan klasik kita yang baru. Siklus yang indah ini salah satunya diisi oleh pai. 

Bicara tentang pai membawa kita ke Four Twenty Blackbird Pies. Pemiliknya, kakak beradik Melissa dan Emily Elsen, terinspirasi dari pai nenek, ibu, dan bibinya, mulai membuat pai di dapur sebelum membuka toko mereka yang ramai di Brooklyn. Pai yang disajikan sebagian besarnya pai klasik, yang berani bersaing dengan resep pai nenek mana pun, serta rasa-rasa baru seperti Salted Honey dan Coffee Custard. 

Tips: Datang lebih awal jika Anda menginginkan rasa tertentu. Mereka akan tutup setelah pai habis. 

 

Di pinggiran kawasan Gowanus dan Park Slope

Hampir selalu ada orang yang mengantre, di meja-meja panjang, dan yang sedang memesan 

Kenapa pesan satu kalau bisa pesan tiga sekaligus? 

Salted Caramel Apple selalu jadi favorit saya, sedikit sentuhan baru pada pai klasik

Tiga potong mungkin tidak cukup. 


ANDA JUGA MUNGKIN MENYUKAI

     SHARE    
HOME HIGHLIGHTS TRAVEL QUIZ DESTINASI INSPIRASI WISATA PROMO PESAN SEKARANG RENCANA TENTANG
PILIH NEGARA :
Language :